Nama Advokat Mohammad Ali Nurdin Masuk Radar Penyidikan Terkait Jaringan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Jakarta – Nama advokat Mohammad Ali Nurdin dikabarkan masuk dalam radar penyidikan aparat kepolisian terkait perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Berdasarkan dokumen yang diperoleh wartawan, nama Ali Nurdin tercantum dalam bagan pemetaan jaringan Febrie yang disusun penyidik.
Dalam dokumen tersebut, Ali Nurdin diduga terlibat dalam upaya meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan jaksa kepada pengusaha Samin Tan. Samin Tan merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi batu bara yang ditangani Kejaksaan Agung.
Menurut sumber yang mengetahui penanganan perkara, Ali Nurdin bersama seorang staf khusus menteri sempat bertemu dengan Samin Tan di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Pertemuan itu diduga membahas permintaan uang agar Samin Tan tidak ditetapkan sebagai tersangka.
Samin Tan disebut sempat menyetujui permintaan tersebut. Namun, rencana itu batal setelah Kejaksaan Agung lebih dulu menetapkannya sebagai tersangka.
Selain itu, Samin Tan juga disebut mendapat tekanan untuk mengganti kuasa hukumnya. Ia diminta tidak lagi menggunakan jasa Dodi Abdul Kadir dan beralih ke sebuah kantor hukum di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pendiri kantor hukum tersebut disebut merupakan satu almamater dengan Febrie Adriansyah saat menempuh pendidikan doktoral di Universitas Airlangga.
Dikonfirmasi secara terpisah, Dodi Abdul Kadir membenarkan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum Samin Tan. Ia menjelaskan bahwa pencabutan surat kuasa dilakukan pada awal Juli 2026. Namun, Dodi enggan mengomentari dugaan pemerasan maupun adanya tekanan terhadap kliennya.
“Silakan tanya kepada pengacaranya yang baru,” ujar Dodi.
Sementara itu, Mohammad Ali Nurdin membantah pernah menjadi pengacara Samin Tan. “Tidak pernah,” kata Ali saat dikonfirmasi Akurat.co, Rabu (29/7/2026).
Namun, saat dimintai tanggapan terkait dokumen yang menyebut namanya masuk dalam jejaring Febrie Adriansyah serta dugaan perannya sebagai mediator, Ali tidak memberikan jawaban lebih lanjut.
Hingga kini, penyidikan terkait jaringan yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah masih terus berlangsung. Nama-nama yang muncul dalam pemetaan jaringan, termasuk Ali Nurdin, menjadi bagian dari fokus pendalaman aparat.